Dari pangkal sampai pucuk daun ia berdendang,
Menari-nari dengan liuknya yang angun,
Bersama nyanyian sang rembulan malam,
Cahaya redup rembulan memandikan bumi,
Seperti kerinduan akan belaian angin,
Merindukan desiran bisikan sang malam,
Apakah malam ini aku kan merasakan,
Bersama rembulan dan angin aku berteman,
Menatap mega yang cerah tetapi sunyi,
Bersama angin yang membelai diri ini,
Melayang jauh diatas nirwana,
Diantara sela-sela bintang berkedip,
Merambah malam yang semakin larut,
Tiada daya upaya yang dapat mengeser tiupannya,
Terus terbang, terbang, dan terbang terus,
Bintang malam pun ingin kembali bersembunyi,
Kembali kepada nirwana yang memanjakannya,
Memeluk tiada rela untuk lepas dari dekapannya,
Tiada lagi berdesir dengan kelembutannya yang hangat,
Ia sudah merubah menjadi dingin yang menyayat,
Memasuki relung-relung tubuh sekujur hayat,
Akan belaian angin bermandikan cahaya rembulan,
Akan sentuhan sang malam ditemani sang bintang,
Tiada terasa larut malam pun sudah bergeser,
Aku pun terus melangkah mengapai asa ini . . .
0 Komentar