Sesaat melengkapi hati yang melayang meniti ombak,
hilir mudik tiada makna tergerus waktu,
asa tiada pancang untuk tegak berdiri,
kemanunggalan yang penuh dengan riak . . .
Tatkala tembang kesunyian menghinggapi,
semilir awan memayungi dengan redupnya,
membawa kerinduan seperti nyanyian derik-derik bebatuan,
dingin dan membeku ...
Dalam penggembaraan tiada tepi,
menyusuri setiap sela-sela jalan,
kadang menemukan duri,
tapi tidak untuk disesali dan selalu mencari sesuatu yang berarti ...
Monday 18 at 6:27pm
0 Komentar