Tertatihku di penghujung malam, sepi ...
menemani diantara derik dedaunan, sunyi ...
tetapi hatiku sedang memikirkannya, selalu ...
antara gelora hasrat yang terdalam ...
dan kuyakinkan diri untuk selalu menyertainya
langkah demi langkah bersemi diantara pucuk sebuah harapan
melewati desir yang terus bergeser melewati malam
meraih dan merengkuh dengan sepenuh hati ...
kuatkan asa yang terpancang
untuk selalu berdiri menatap hari esok
tiada mentari yang akan terbit dan tenggelam
silih berganti aral akan terlewati ...
tataplah dengan sinar yang menggelora
terus untuk sebuah cinta berpendar
nyanyian sendu akan menjadi riang
bersama dalam satu kereta asa ...
hati ini terpatri dengan jelasnya
membekas tertoreh sembilu tajam menghujam
menjadi tuas langkah untuk selalu bersama
biduk-biduk malam berteman dengan resinya ...
yakinlah ....
(Tuesday, April 12, 2011 at 11:58pm)
0 Komentar