bagaikan api yang berkobar-kobar
membakar diri mendidihkan darah
hingga ubun-ubun pun tak sanggup menahannya
Rasa ini mendung
menangis cuaca yang tidak menentu
terombang ambing tidak tentu arah
mau dibawa kemana bangsa ini!
Darah telah mengalir
membasahi bumi pertiwi
harga-harga manusia yang berjuang
mempertahankan diri dan lingkungannya
Akankah negeri ini berdamai dengan keadaan?
atau menyerah compang camping tak menentu
tetap hidup tapi penuh dengan mayat hidup
tak bisa berbuat hanya menonton
Ah rasa!
hanya itu yang bisa kurasa
tertunduk lesu meratapi yang terjadi
aku hanya sebatang kayu tak berarti
hanyut dalam aliran sungai
Ah rasa!
Aku hanya bisa berdoa
untukmu, untuknya, dan untuk kita
dijauhin dari azab Yang Maha Kuasa
atas rusakan kita di muka bumi-Nya
Ah rasa!
Gerakanku hanya sepi
tangisku pun sepi
tapi sekalimat doa kupanjatkan
agar republik ini menjadi Rahmatan Lil Alamin
Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur
Serang, 02 Oktober 2019
Foto: Sudut Kota Bandung
0 Komentar