Cinta yang Menolak Menepi

Senja Diantara Kerinduan
Sajak & Perjalanan Waktu

Cinta yang Menolak Menepi

Oleh Penulis • 3 min baca

Siang dan malam berganti tanpa henti,
membawa jejak waktu yang tak pernah lelah berputar,
menelusuri hari-hari yang mengalir di sela jemari,
menyaksikan musim-musim yang datang dan pergi ...

Kita telah berjalan melewati lembah terjal dan badai mengamuk,
menghantam biduk kecil yang kita kayuh berdua,
tatkala ombak kebimbangan dan terik cobaan mencoba memecah arah,
namun genggaman tangan ini justru semakin erat merengkuh jiwa ...

Bertahun-tahun telah kita lewati dalam satu dekap kebersamaan,
mengeja setiap lembar suka dan duka menjadi cerita yang utuh,
di antara tawa yang pecah dan air mata yang sempat menetes di keheningan malam,
kita belajar memaknai arti sabar dan ikhlas yang sesungguhnya ...

Terkadang dunia di luar sana berisik dan menuntut segalanya,
tetapi di dalam ruang hati kita, kedamaian itu tetap terjaga rapi,
laksana akar pohon tua yang semakin menghujam jauh ke bumi,
semakin diterpa angin kencang, semakin kokoh berdiri ...

Dan lihatlah kini, saat uban mulai menyapa di pelipis waktu,
janji untuk menua bersama bukan lagi sekadar angan di angan-angan,
melainkan takdir indah yang kita jalani sepenuh raga,
sepenuh cinta yang tak pernah lelah berlabuh ...

Biarlah dunia terus berlari dengan segala kesibukannya,
karena di sini, di relung jiwa yang paling dalam dan abadi,
cinta kita tidak akan pernah ada yang menepi,
terus mengalir, menyatu, hingga nafas terakhir menggenapi janji ...

Didedikasikan untuk perjalanan waktu yang kita menangkan bersama
❖ ❖ ❖

0 Komentar