Aku yang kehilangan kekasih
kini menemukan cinta
Sebab mentari memang tak tertangkap
selain cahaya
Aku
merindukan mentari
selepas cahaya
II
Pada sosok kawan
kurobek-robek ornament cinta
dengan pecahan api tari
(aku bukan orang yang dungu
menerapkan ihwal itu)
Kawanku ialah pelaminan
tempat asa dan gundah
tumpah
Kawanku
matahari
ialah engkau
III
Mari menari
dan menghiasi orgi
dengan semarak sajak
dan pesta ilahi
Aku duduk di taman
dikitari bunga
musim semi
bulan
dan emosi
Aduh
kucipta busur dengan alismu
untuk memanahkan pandangku
pada pusar berahimu
~ Jalaluddin Rumi
*Amien Wangsitalaja, Kitab Rajam (The Book of Punishment), Magelang: Indonesiatera, 2001, pp.6-8.
English Translation:
Amien Wangsitalaja
I
I who was bereft of lover
Now recover love
So dance from the beginning was grasped
As nothing but light
I
Yearn for dance
After light
II
On the companion’s body figure,
I tear the ornament of love
With dancing fragments of fire
(I am not a fool
To practice the deed)
My companion is on the bridal dais
Where hope and anxiety
Spill over.
My companion,
You are
The sun
III
Come to dance
And to adorn the orgy
With shining poems
And divine feast
I stay in the garden
In the rotation of the flower
And the fruit Season
The moon
And the emotion
Alas!
My creativity bends your eyebrow
To shoot my sight
On the navel of your passion
(Jalaluddin Rumi, Amien Wangsitalaja, translated by Thomas Lo)
0 Komentar